Fasilitas: Lain operator angkutan penumpang lain pula operator angkutan barang (kargo). Bagi operator angkutan kargo, penyediaan fasilitas pelabuhan mendesak diadakan, misalnya alat bongkar muat dari pelabuhan mendesak diadakan, misalnya alat bongkar muat dari pelabuhan ke kapal dan sebaliknya, dari kapal ke pelabuhan.
Direktur utama PT. Mentari Sejati perkasa (MSP) dr. Soenardi Sudartan menyebutkan, menghubungkan daerah-daerah yang masuk dalam rute perintis punya karakteristik tersendiri. Misalnya, penggunaan kapal harus dengan kapal yang berukuran relative lebih kecil dan rute-rute yang dihubungi harus terjangkau dalam satu hari.
“Armada MSP banyak melakukan pelayaran perintis dari satu daerah ke daerah lainnya dengan membawa komoditas unggulan setempat. Dalam waktu dekat kami pun akan mambuka rute baru ke sebuah pulau di daerah perbatasan dengan philipina. Selama ini komoditas pertanian di daerah itu selalu dibawa ke Philipina. Kami sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat. Nantinya setelah kami masuk komoditas perkebunan mereka bias dibawa ke Surabaya atau ke Jakarta.”
Soenardi Sudartan menyebutkan, melayari daerah baru yang terpencil membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Setidaknya beragam peralatan harus disediakan sendiri untuk menunjang aktivitas perusahaan di pelabuhan.
“Misalnya kami harus menginvestasikan dana untuk crane. Ini tidak murah, tapi harus dilakukan,” tegasnya.
Melayari dan membuka rute perintis pun tidak lantas mendatangkan kzeuntungan. BUtuh waktu dua hingga tiga tahun. Karena itu, kata Soenardi Sudartan, operator pelayaran perintis meminta ketegasan pemerintah untuk tidak member ijin operator lainnya masuk ke daerah yang dibuka dalam waktu tertentu.
“Jangan sampai terjadi, misalnya MSP membuka sebuah jalur, tiba-tiba operator pelayaran lainnya juga masuk. Bisa-bisa investasi yang kita tanam tidak kembali. Ini harus diantisipasi dan mendapat dukungan pemerintah.”